berita otomotif indonesia terkini, menyajikan informasi seputar dunia otomotif beserta spesifikasi,harga,gambar mobil dan motor terbaru

Toyota Calya Bersiap Ramaikan Industri Otomotif Dalam Negeri

Toyota Calya - Tahun ini akan menjadi waktu yang penting bagi dua merek di Indonesia. PT Toyota Astra Motor dan PT Astra Daihatsu Motor, kedua merek yang kerap bekerjasama membangun produk mobil dengan satu basis, akan menyajikan lagi produk kongsinya. Produk tersebut adalah Toyota Calya dan Daihatsu Sigra, yang akan meluncur di gelaran GIIAS 2016 (Gaikindo Indonesia International Auto Show).


Berangkat dari basis UFC Concept yang dikembangkan oleh Daihatsu, kedua merek ini siap menyajikan Low Cost Green Car (LCGC) berformat Low Multi Purpose Vehicle (MPV). Segmen seperti ini baru diisi oleh satu merek saja, yaitu Datsun dengan produk globalnya, Datsun GO+ Panca. Sayangnya, pengembangan berbasis small hatchbacknya (GO Panca) menjadikan dimensi GO+ Panca terbatas.

GO+ Panca merupakan versi pemanjangan bodi dari GO Panca. Dengan mengandalkan jarak sumbu yang sama, hanya 2.450 mm, Datsun pun tak mampu menghadirkan dimensi mobil yang proporsional sebagai MPV tiga baris. Belajar dari hal tersebut, Toyota dan Daihatsu pun tak mau sekadar memanjangkan Agya-Ayla menjadi Calya-Sigra.

Kami sempat bertemu langsung dengan Calya di jalanan, dan ketika melihat proporsinya, ia lebih cocok disebut adik Avanza-Xenia ketimbang pemanjangan Agya-Ayla. Pertemuan kami terjadi pada Sabtu (30/7) lalu di km 50 tol Jakarta-Cikampek. Sebuah mobil berwarna hitam dengan kamuflase sangat sedikit, menunjukkan fisiknya secara jelas.

Desain paras khas Toyota generasi ini dengan aksen keen look terlihat dengan airdam besar berbentuk trapezoidal. Ya, bentuk paras ini merupakan milik Calya, bukan Sigra. Sebab Sigra memiliki wajah dengan airdam berbentuk hexagonal yang mirip dengan Hyundai Tucson generasi kedua.

Pada wajah Calya yang kami lihat di sisi kendaraan kami, nampak tersirat logo Garuda walaupun tersembunyi oleh kamuflase. Lambang garuda merupakan peranti yang juga digunakan oleh Toyota Agya sebagai identitas khusus mobil LCGC. Lambang tersebut terdapat pada single grill besar beraksen krom yang menyambungkan kedua lampu depan.

Di buritan, kami melihat aplikasi lampu kombinasi berdesain bumerang. Untuk sebuah LCGC, ini tentu membuat tampilannya terlihat mewah sebab menjadikannya sangat mirip dengan All New Kijang Innova. Aksen chrome juga terdapat di buritan pada garnish yang menyertai lambang Toyota-nya. Di sisi kiri bawah pintu bagasi, terlihat ada stiker kamuflase menutupi objek yang serupa dengan aksara ‘Astra Toyota Motor.’

Mobil ini nampaknya tengah menjalani uji jalan dalam rangka persiapan produksi masalnya untuk peredarannya sesaat lagi. Para pembaca kami sudah banyak yang mengirimkan foto Calya dari berbagai lokasi. Misalnya saja pada foto di atas ini, ketika salah satu pembaca kami melintasi jalur tol Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, ia berhasil menangkap Calya melenggang di jalur tersebut.

Mobil tersebut merupakan unit yang sama dengan yang kami tangkap langsung. Hal ini terbukti dari plat nomor dan warna kendaraan yang digunakan, sama. Narasumber kami di jaringan penjualan Toyota pun sudah mengonfirmasi bahwa mobil ini sudah siap dijual dan akan didistribusikan segera ke dealer-dealer.

Di lain sisi. kamipun sudah mendapatkan undangan resmi dari ADM dan TAM untuk mengunjungi pabrik Daihatsu di Karawang. Pabrik tersebut merupakan pabrik yang memang digunakan ADM untuk memroduksi mobil-mobil kerjasamanya dengan Toyota seperti Avanza-Xenia, Agya-Ayla, Rush-Terios.

Secara spesifikasi, Calya menggunakan unit mesin yang lebih bertenaga dari Datsun GO+ Panca. Unit yang digunakan adalah 3NR-VE dengan konfigurasi 4-silinder. Mesin ini konfigurasinya mirip dengan unit yang sudah digunakan oleh Toyota Etios.

Dengan kapasitas 1.197 cc (1.2 liter) namun pengembangan diterapkan dengan mengaplikasikan perangkat katup variabel ganda (Dual VVT-i). Output tenaganya pun mencapai 88 PS dengan torsi 105 Nm. Mesin ini akan disandingkan dengan transmisi manual 5-percepatan maupun otomatis 4-percepatan.

Di sektor interior, foto lain yang kami terima mengesankan bahwa Calya memang beda kelas dengan Avanza-Xenia. Tampak desainnya lebih sederhana, apalagi menggunakan konfigurasi jok baris pertama yang seolah menyambung tanpa adanya konsol tengah. Jok model seperti ini digunakan juga oleh Datsun GO.

Nilai positif dari aplikasi jok seperti ini adalah penumpang dan pengemudi bisa menggunakan bagian jok yang berada di tengah mereka sebagai tempat menaruh barang. Tak hanya itu, pabrikan juga bisa mereduksi biaya produksinya untuk menekan harga jual.

Kamipun sempat mendapat bocoran dari pihak lain di jaringan penjualan Toyota. Informasi yang disalurkan pada kami menyebutkan bahwa fitur-fitur yang diusung mencakup Air Conditioner (AC) yang sudah diaplikasikan di semua tipe dengan blower untuk baris kedua.

Di sektor perangkat hiburan, headunit (HU) 2din yang bisa memainkan CD, koneksi USB, AUX, dan bluetooth tersedia untuk tipe G. Sepertinya tipe E akan mendapatkan headunit dengan kemampuan memutar medium yang lebih minim.

Perkara harga, data lain yang dikirimkan pada kami, cukup vulgar menyebutkan prediksi harga Toyota Calya beserta varian-variannya. Berikut adalah prediksi harganya.


  • E 1.2 M/T STD Rp 129,2 juta (fleet)
  • E 1.2 M/T Rp 132 juta
  • E 1.2 A/T Rp 145 jut
  • G 1.2 M/T Rp 137,5 juta
  • G 1.2 A/T Rp 149,5 juta